Sebenarnya rasa senang dan rasa susah, yg terasa sangat
menyebalkan, secara terpisah itu tidak ada. Karena Sang Sumber
memberikanNya pada kita hanya dalam bentuk satu rasa saja.
Pikiran dan rasa ego kitalah yang membuat `rasa' yang diturunkan itu
menjadi terpolarisasi. Mana2 yang enak dan menguntungkan, kita
anggap dan sebut sebagai rasa senang, sedangkan yang tidak
menguntungkan kita , kita sebut sebagai rasa susah dan menyebalkan.
Disinilah awal `salah kaprah' pengertian rasa syukur.
Banyak yang mengatakan : `saya ini kurang syukur bagaimana, Setiap
ada kebahagiaan dan rasa senang yang dikaruniakan, saya selalu
bersyukur, berterima kasih, bahkan saya tunjukkan dalam segala
bentuk syarat dan perwujudan. Bukan Cuma ucapan saja, saya bahkan
berbuat dan berbagi rasa meyenangkan itu kepada banyak orang, tapi
kenapa rasa tidak enak dan meyebalkan tetap datang pada saya?
Padahal Sang Sumber mengatakan :....Jika engkau pandai bersyukur.
akan Kutambah nikmatku....… Apakah ini Cuma kata akal2an saja?
Sahabat,
Yang selama ini banyak kita anggap bersyukur sebenarnya `Cuma' rasa
syukur setengah hati saja.
Lalu gimana dong biar rasa syukur itu bisa kita lakukan habis-habisan?
Bersyukurlah terhadap satu rasa tadi, jangan dipolarisasi dulu.
Inilah rasa syukur yang ikhlas. Baru Kalimatullah “……jika engkau
pandai bersyukur, akan kutambah nikmatku”…… akan bekerja.
No comments:
Post a Comment