Thursday, May 9, 2013

Ketika

Ketika sesuatu diluar masa dan ruang; Cahaya tatapan Sang Wisdom menyeringai lembut sepenuh kasih. Cahaya pada sebuah lapangan golep, penuh rumput indah tertata rapih di suatu sore. Cahaya kagum Sang Wisdom kepada sebatang tanaman liar kecil, sendiri hening. Sang liar kecil memang nampak seakan letih dan terasing. Sang liar kecil, tiada keluh tiada kesah, tiada tanya mengapa dan untuk apa disini sendiri diantara jutaan rumput indah se lapangan golep. Pun sang liar kecil tiada hasrat berubah ikut menjadi salah satu dari jutaan rumput indah disekitarnya. Bahkan sang liar tiada cemas jika sang jagal; si tukang kebun datang menjalani tugas menebas sang liar yang tiada diinginkan oleh jutaan rumput indah itu. Sang liar kecil hanya sadar satu hal; tumbuh selayaknya sang liar. Tumbuh menjalani titah Sang Wisdom. Titah Sang Wisdom dalam ruang dan masa. Sang liar hanya menanti satu hal, ketika Sang Wisdom berhenti menatap kagum, di suatu masa dan ruang Sang Wisdom merangkulnya dalam Sang Wisdom. Ketika sesuatu diluar masa dan ruang; tiada lagi cahaya, tiada lagi tatapan, tiada lagi kagum. Sang Wisdom sudah melepas Sang nya untuk si kecil liar dan untuk semua di lapangan golep sore itu. Indahnya sore itu...

No comments:

Post a Comment